Cerita Dewasa Terbaru 2013 | Kisahku Sebagai Pemuas Nafsu







Cerita Dewasa Terbaru 2013 | Kisahku Sebagai Pemuas Nafsu ~ Kisah ini dimulai pada waktu aku masih berpacaran dengan Tomi. Sebut saja namanya demikian. Tomi tinggal di luar Jakarta di mana tempat orangtuaku juga tinggal. Aku memang hidup merantau di Jakarta demi mencapai sebuah gelar sarjana. Pada setiap awal liburan aku sangat menikmatinya karena aku sudah tak sabar 'tuk segera pulang dan menemui kekasihku tsb. Aku selalu membayangkan untuk bisa bercinta atau bercumbu rayu dengan kekasihku. Tapi itu tak pernah terlaksana. Bagaimana bisa dilakukan setiap Tomi datang bersama teman-teman kantornya. Bukannya aku tak senang dengan hal tsb tetapi mau gimana lagi. Aku hanya bisa bermimpi bercumbu dengannya. Menciumi bibirnya, pipinya, lalu perlahan ke leher hingga ke dadanya. Aku telusuri tiap lekuk tubuhnya dengan usapan-usapan lembut ujung jariku mencari daerah erotis yang dimili- kinya. Hingga berakhir di bagian bawah pusarnya, daerah yang bagiku rawan dan sensitif. Aku benar-benar penasaran bagaimana rupa dan rasa dari junior kecil di dalam sana? Aku seh taunya hanya dari film-film yang kutonton doang. Perasaan dalam dadaku begitu menggebu-gebu untuk bisa menggenggam erat batang junior dan mengurut perlahan-lahan. Aku elus junior dengan kasih sayang bagaikan seorang ibu membelai buah hatinya. Ku urut junior dari ujung kepala hingga pangkal dan sampai ke buah pelirnya. Oohhh... God... begitu indah dan nikmat ketika buah pelir tsb berada digenggamanku, terasa kenyal. Membuat nafasku memburu dan ingin segera ku lumat. Bulu-bulu sekitar buah pelir menggelitik bibir dan pipiku ketika aku kulum dengan lembut. Terdengar erangan dari Tomi yang begitu membangkitkan gairahku. Aku basahi batang junior dengan ujung lidahku agar tampak licin dan mengkilap. Perlahan-lahan kumasukkan ujung junior ke dalam mulutku. Hingga hampir mencapai pangkalnya. Mulai aku hisap dengan nikmat junior sambil merasakan sensasi yang menjalar di sekitar tubuhku. Rintihan-rintihan dan erangan Tomi membuat aku semakin menggila. Aku sengaja mengatur ritme kocokan dalam mulutku. Terkadang kubuat perlahan-lahan tapi pasti semakin lama semakin cepat dan dalam. Aku lakukan hal tsb berulang-ulang, hingga tampak urat-urat yang menonjol pada batang junior begitu terasa di liang-liang mulutku. Aku benar-benar menikmatinya. Hingga saat yang ditunggu-tunggu tiba ketika ujung junior memuntahkan isinya. Aku tidak ingin melewatkan hal tsb. Aku ingin rasakan obat yang kata orang tuk awet muda. Tak kusisakan sedikit pun isi junior tsb hingga lelehan terakhirnya pada ujung junior aku sedot sampai habis. Aku merasa mencapai kenikmatan luar biasa bila mengalami hal tsb. Tetapi ternyata itu hanya khayalanku semata bersama Tomi. Aku berharap liburan kali ini segala impianku tercapai. Sesuai dengan rencana seluruh keluarga akan berlibur ke luar kota. Dengan begitu aku bisa bebas bergerak dalam rumah. Akhirnya ku telpon Tomi dan mengabarkan kalau aku telah tiba. Keesokan harinya Tomi datang bersama teman-temannya. Seperti biasa kami menanyakan khabar masing- masing dan sedikit beramah-tamah. Sebagai tuan rumah yang baik aku melayani tamu-tamuku. Sekitar 15 menit kemudian teman- teman Tomi pamit pulang dengan alasan akan masuk kantor pagi itu. Kebetulan Tomi sedang mengambil cuti selama beberapa hari mengingat liburanku pun hanya 2 minggu. Aku bersorak dalam hati. Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba. Setelah berbasa-basi sebentar aku antarkan mereka keluar. Aku merasa bebas lepas, bisa menyalurkan hasratku pada Tomi. Tapi aku berpikir apa ini saat yang tepat untuk melakukan hal tsb atau hanya akan menjadi pelampiasan nafsu semata? Aku menunggu begitu lama 'tuk menantikan saat-saat seperti ini dengan melakukannya terha- dap orang yang aku sayangi. Aku menjadi bimbang sejenak. Akhirnya kuputuskan untuk membiarkan semua berjalan apa adanya, tanpa ada paksaan apa pun. Kalau memang hari ini aku siap kehilangan keperawa- nanku itu aku lakukan bersama kekasihku. Dan mungkin hari ini juga pengetahuan aku tentang sex bisa aku praktekkan bersama Tomi. Dan aku ingin pula merasakan tubuhku disentuh dan dicumbui lelaki. Sebetulnya pengetahuanku tentang sex sangat minim, aku hanya membaca lewat CCS bung Wiro dan film-film yang kutonton. Aku tak mau membuang waktu lagi. Segera ku ajak Tomi ke belakang untuk menonton film yang sengaja telah aku sewa. Kami duduk berdekatan sembari tangannya merangkul tubuhku dengan mesra. Dapat kuciumi aroma tubuhnya begitu menggoda dan menggairahkan. Aku sengaja merapatkan bagian dadaku ke arah tubuhnya dan ku gesek perlahan-lahan. Tanganku pun tak lupa memainkan perannya dengan mengusap lembut bagian pahanya secara memutar-mutar. Bergerak naik turun dan perlahan-lahan menuju ke arah selangkangannya. Gerakan-gerakan tsb aku lakukan berulang-ulang, begitu juga gesekan-gesekan payudaraku ke tubuhnya. Aku memperhatikan reaksi tubuhnya apakah menerima tiap rangsangan yang aku beri. Ternya ta aku tak bertepuk sebelah tangan. Gayung bersambut. Tomi pun ikut aktif mengelus punggungku perlahan-lahan kemudian turun ke arah perut, paha dan menuju selangkanganku. Sentuhan dan usapan lembut tangannya pada daerah mahkotaku begitu menimbulkan sensasi yang dahsyat. Urrrgghhh....... Aku mengerang perlahan. Kupejamkan mata dan menikmati setiap gerakan tangannya yang menelusuri lekuk tubuhku. Tomi kekasihku yang pertama kali menyentuh tubuhku. Begitu kubuka mata kutatap sorot matanya yang tajam bagaikan elang menyambar mangsanya. Mata merupakan bagian tubuh yang kusuka dari Tomi. Dari sorot matanya terpancar kasih sayangnya padaku. Begitu bibirnya mendarat dibibirku dan dikecupnya perlahan. Aku pun hanya mengikuti insting dengan membalas kecupannya. Lagi-lagi Tomi kekasihku yang telah pertama kali mencium bibirku. Aku begitu bahagia bisa merasakan hal itu semua. Ketika lidahnya menyeruak masuk ke dalam mulutku aku hanya diam menikmatinya. Kupejamkan mata agar lebih menghayati tiap detik yang aku lewatkan bersamanya. Lidahnya menari-nari di dalam liang mulutku begitu juga kedua tangannya tak luput meremas bongkahan pantatku dengan gemas. Dan bergerak secara perlahan ke atas mencari-cari sepasang bukit kembar. Diremasnya perlahan dan digenggam bongkahan payudaraku tsb dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya menjalani tugasnya dengan mengelus halus daerah selangkanganku. Gerakan- gerakannya begitu lembut. Nikmat tiada tara tak bisa aku lukiskan pada saat itu. Aku hanya bisa terpejam dan menikmati segala perlakuan Tomi terhadapku. Tanganku sekali-kali mengelus rambutnya dan punggungnya sambil mengerang lirih. Aku merasakan perasaan sayang yang amat mendalam. Entah aku tak tahu perasaan apa yang berkecamuk pada diri Tomi waktu itu. Akhirnya Tomi membaringkanku dan mengangkat bajuku sedikit. Tomi mulai mengecup lembut perutku perlahan sambil menarik bajuku ke atas. Tampaklah sepasang bukit kembar yang ditutupi bra putih. Aku begitu terangsang melihat keadaanku yang pasrah tak berdaya tanpa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Apalagi ketika Tomi membuka pengait bra, terlihatlah payudaraku yang mencuat ke atas. Dengan tak sabar Tomi segera mengecup lembut kedua bukit kembarku bergantian. Aku merasa geli dan nikmat ketika pentilku tersentuh bibirnya. Mulailah Tomi mengulum dan menghisap payudaraku sebelah kanan. Aku merasa melayang, nikmat sekali. Aku melihat pemandangan yang indah. Tomi seakan kehausan dengan lahap ia melumat habis payudaraku. Uuuurggghh... eranganku semakin menjadi. Aku hanya meremas- remas rambutnya dan mendorong kepalanya agar lebih mendekat dan merapat ke arah dadaku. Untuk teman-teman ketahui payudaraku berukuran 34A. Lumayan gak seh? Begitu nikmat. Tak bisa aku ukir dengan kata-kata pengalaman pertamaku dicumbui seorang lelaki yang amat kusayangi. Tomi tak melewatkan payudaraku sebelah kiri dipilin-pilinnya puting hingga mencuat ke atas. Aku benar-benar di buat gila waktu itu. Dilahap dan dilumat ke dua bukit kembarku. Payudaraku terasa nyeri dan ngilu tetapi itu semua tidak begitu ku rasa dibandingkan nikmatnya. Tomi mulai bergerak turun. Ujung jarinya mengusap lembut sekitar pahaku. Perlahan-lahan ia menyingkap rokku. Dadaku berdegup kencang apakah Tomi akan melakukannya? Ternyata tidak. Ia hanya mengusap-usap mahkotaku dengan lembut. Kami hanya melakukan petting. Digesekkannya junior ke arah mahkotaku. Perbuatannya telah membuat aku merasa geli- geli enak dan nikmat. Tangan- tangannya pun ikut meremas-remas payudaraku dan dilumatnya lagi secara bergantian. Permainan tsb tidak berlangsung lama karena terdengar ketukan pintu. Kami pun bergegas membenahi pakaian dan merapikan diri. Setelah kulihat ternyata teman-temanku datang berkunjung. Dengan terpaksa kami tidak melanjutkan permainan. Aku merasa bersyukur Tomi tidak melakukan hal yang lebih jauh lagi. Ia telah mengenalkanku pada dunia baru. Dunia di mana aku selalu impikan walau tak sempat aku merasakan juniornya. Setiap hari Tomi datang kami pun melakukannya lagi sama seperti saat pertama kali, Entah itu di ruang tamu, ruang TV maupun dapur. Kami melakukannya tanpa sepengetahuan teman-temanku yang menginap di rumah. Kegiatan yang sembunyi-sembunyi tsb membuatku semakin bergairah dan terangsang. Tetapi ketika rumah dalam keadaan sepi justru membuat gairahku agak menurun, sampai sekarang pun aku masih melakukan hal tsb. Dengan adanya perasaan tegang takut ketahuan membuat gairahku menggebu-gebu. Saat terakhirku bersama Tomi telah tiba karena beberapa hari lagi aku mesti balik ke Jakarta. Aku merasa sedih akan berpisah dengannya. Seperti biasa Tomi datang ke rumah dan kami pun melakukannya lagi. Tapi kali ini Tomi melakukan sesuatu hal berbeda dari yang kemaren. Dimasukkan jarinya ke dalam mahkotaku. Pada saat itu aku merasa takut yang amat sangat tapi tak kuasa menolaknya. Tomi begitu pandai membuatku terhanyut dan terlena dalam pelukannya. Aku sendiri menikmati setiap rangsangan yang diberikannya padaku. Tetapi pada saat yang sama aku merasa tidak nyaman dengan ke-2 jarinya yang memasuki liang mahkotaku. Waktu itu perasaan takut dan nikmat tiada tara bercampur jadi satu. Aku hanya pasrah dengan perlakuannya padaku. Aku takut mengecawakannya bila aku menolak perbuatannya. Jarinya yang menyeruak masuk ke dalam liang mahkotaku membuat rasa takut. Akankah keperawananku hilang hanya dengan 2 buah jari? Aku hanya ingin membuat Tomi merasa puas, karena impianku tuk mengulum juniornya tidak berani aku lakukan. Aku hanya membantu mengocok juniornya. Dengan usapan lembut ku urut batang juniornya perlahan-lahan dan semakin lama semakin kupercepat kocokannya. Sensasi yang kudapat kali ini berbeda dengan kemaren-kemaren entah karena perasaan nikmat tiada tara dicampur dengan rasa takut. Tomi melumat habis payudaraku secara bergantian, dimainkannya putingku dengan memilin-milinnya dan diremas-remas bagaikan anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Terkadang aku mengerang, tetapi Tomi tak pernah membiarkan aku mengerang keras dengan segera ia mendaratkan ciuman ke bibirku agar menyuruhku diam. Memang setiap permainan yang kita lakukan sangat beresiko diketahui teman-temanku. Untuk itu kami sengaja berpindah-pindah tempat untuk menghindari mereka. Sehingga Tomi pun kadang mengingatkan agar memperkecil volume lirihanku. Akhirnya aku terbiasa diam dan menikmati permainan tsb. Setelah peristiwa terakhir dengan Tomi hubunganku dengannya berakhir dengan tidak baik. Aku tak tahu jelasnya mengapa sejak peristiwa itu ia selalu menjauh dan menghindar dariku. Aku merasa kecewa dan terhina dengan perbuatannya. Tomi cowok yang aku sayangi berbuat hal yang tidak seharusnya dilakukan seorang lelaki sejati. Kedua abangnya dan teman-temannya mencoba mencari tahu apa yang terjadi di antara kami. Aku hanya bilang tidak terjadi apa-apa dan tak tahu apa yang diinginkan Tomi sebenarnya. Walau bagi teman-teman dan saudara- saudaraku perlakuan Tomi sangat tidak bertanggung jawab. Tapi aku tidak merasa benci kepadanya, aku berterima kasih padanya telah mengenalkan padaku apa yang namanya sex. Rasa ingin tahu ku terpuaskan. Aku juga bersyukur batang juniornya belum sempat memasuki liang mahkotaku. Hanya 2 jarinya yang telah mencicipi lebih dahulu. Dan itu masih pertanyaan besar pada diriku apakah aku masih perawan? Hingga sekarang aku masih belum mengijinkan pacarku yang sekarang tuk memasukkan batang juniornya ke dalam liang mahkotaku. Sebelum aku yakin dengan statusku apakah masih perawan atau tidak. Untungnya aku mendapatkan seorang kekasih yang bisa menerimaku apa adanya. Aku begitu bahagia bisa mendapatkan pengganti Tomi. Tapi aku juga masih bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa setiap berhubungan dengan Tomi dan juga dengan pacarku yang sekarang aku masih belum bisa mencapai yang namanya orgasme. Padahal aku bisa menikmati rangsangan dan sensasi yang menjalar di setiap tubuhku. Apakah karena suasana yang masih belum mendukung? Atau waktu yang diperlukan untuk mencapai orgasme kurang lama atau intens? Atau ada sesuatu yang salah pada diriku? Aku masih belum bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tsb. Ada yang bisa bantu aku menjawab dan mencari jalan keluarnya? Kebetulan aku dan pacarku yang sekarang hanya dapat bertemu setahun 2 kali. Sekitar seminggu sejak kejadian terakhir dengan Tomi aku benar- benar putus hubungan dengannya. Dan aku kembali ke Jakarta dengan perasaan hampa, tetapi perasaan tsb kini telah terisi dengan kehadiran Fery. Fery segalanya bagiku, ia cowok pertama yang mengajakku menginap di hotel. Waktu itu kami menginap di daerah Ciembeuluit. Teman-teman pasti tahu hotel mana yang aku maksud, tempatnya begitu romantis, nyaman dan terpencil. Tetapi pada saat pertama kali Fery menciumku tiba-tiba bayangan Tomi muncul sekilas. Dan aku membayangkan kembali saat-saat bersama Tomi. Aku tak ingin mengecewakan Fery kekasihku, segera aku hentikan ciumannya dengan berpura-pura tertawa karena geli. Padahal di dalam hati aku memaki-maki Tomi, kenapa ia muncul pada saat aku ingin menikmati dan memulai lembaran baru bersama Fery. Akhirnya aku mulai bisa melupakan Tomi sedikit demi sedikit. Untuk teman-teman ketahui dengan memandang atau memikirkan Fery saja sudah membuatku terangsang dan bergairah. Bila berjalan-jalan dengannya tiba-tiba aku remas juniornya dengan perasaan gemas. Kadang aku juga sengaja tidak menggunakan bra agar bila berpelukan dengannya dengan leluasa bergesekan pada tubuhnya. Aku juga sering memintanya untuk meremas-remas kedua bukit kembarku. Terkadang aku minta dengan manja tuk menyentuh dan mengelus mahkotaku dengan alasan terasa gatal. Itu semua aku lakukan di tempat umum entah itu di Mal, di jalan, di kendaraan umum, di motor, ataupun di mobil. Tentu saja tanpa sepengetahuan orang- orang. Kekasihku merasa heran dan agak canggung dengan sifat-sifat nakalku. Ia merasa baru kali ini memiliki seorang pacar yang menurutnya sangat agresif. Bagaimana pendapat teman-teman? Untuk cerita selanjutnya lain kali aja ya! Aku mohon maaf kisahku belum setaraf dengan mbak Sari atau penulis-penulis lainnya. Kepada bung Wiro aku ucapkan terima kasih andai memuat kisahku ini. Aku minta saran dan kritiknya dari teman-teman dan juga dari bung Wiro sendiri. Kepada Tomi aku ucapkan terima kasih atas pelajaran sexnya. Dan untuk kekasihku Fery I Love U Honey. Moga mereka tidak membaca kisah ini. Kisah ini mungkin tidak semuanya aku tuangkan dalam kata-kata mengingat kemampuan penulis dan pengalaman yang masih awam. Aku hanya mencoba menggambarkan perasaanku pada saat itu. Semoga tidak menyinggung orang-orang yang aku cintai dan sayangi.

Blog, Updated at: 18:46

0 comments:

Post a Comment

Daftar isi